Pages

Senin, 23 September 2019

Do'a Dhuha (by Unic)


Allahumma Innadh Dhuha-A Dhuha-Uka
Wal  Bahaa-A Bahaa-Uka
Wal Jamaala Jamaaluka
Wal Quwwata Quwatuka
Wal Qudrata Qudratuka
Wal Ishmata Ishmatuka
Allahuma Inkaana Rizqi Fis Samma-I Fa Anzilhu
Wan Inkaana Fil Ardhi Fa-Akhrijhu
Wa Inkaana Mu’asiran Fayassirhu
Wa Inkaana Haraaman Fathahhirhu
Wa Inkaana Ba’idan Fa Qaribhu
Bihaqqiduhaa-Ika Wa Bahaaika
Wa Jamaalika Wa Quwwatika Wa Qudratika
Aatini Maa Ataita Min’Ibadikash Shalihin
Ya Allah
Sesungguhnya Waktu Dhuha itu DhuhaMU
Kecantikannya KecantikanMU
Keindahannya KeindahanMU
Kekuatannya KekuatanMU
Kekuasaannya KekuasaanMU
Perlindungannya PerlindunganMU
Ya Allah
Jika rezeki masih di langit, turunkanlah
Jika di bumi, keluarkanlah
Jika sukar, permudahkanlah
Jika haram, sucikanlah
Jika jauh, dekatkanlah
Berkat waktu Dhuha
KecantikanMU, keindahanMU
KekuatanMU, kekuasaanMU
Limpahkan kepadaku segala
Yang Engkau telah limpahkan
Kepada hamba-hambaMU yang soleh. 

Minggu, 12 Agustus 2018

MAKE YOU FEEL MY LOVE Lyrics (ADELE)



"Make You Feel My Love"

When the rain is blowing in your face
And the whole world is on your case
I could offer you a warm embrace
To make you feel my love

When the evening shadows and the stars appear
And there is no one there to dry your tears
I could hold you for a million years
To make you feel my love

I know you haven't made your mind up yet
But I will never do you wrong
I've known it from the moment that we met
No doubt in my mind where you belong

I'd go hungry; I'd go black and blue
I'd go crawling down the avenue
No, there's nothing that I wouldn't do
To make you feel my love

The storms are raging on the rolling sea
And on the highway of regret
The winds of change are blowing wild and free
You ain't seen nothing like me yet

I could make you happy, make your dreams come true
Nothing that I wouldn't do
Go to the ends of the Earth for you
To make you feel my love
To make you feel my love

Kamis, 10 Agustus 2017

Khalifah fil Ardhi, Penjaga Kelestarian Alam

Yogyakarta, 20-12-2015

Beberapa dekade terakhir ini isu-isu mengenai lingkungan seperti pemanasan global, perubahan iklim, dan bencana-bencana akibat rusaknya lingkungan menjadi perhatian umat manusia di penjuru dunia. Seperti yang baru usai beberapa hari yang lalu, yaitu konferensi Perubahan iklim di Paris, Perancis 30 November – 13 Desember 2015. Konferensi ini diikuti hampir seluruh negara dibelahan bumi yaitu 195 negara. Dalam konferensi paris ini tercapai satu kesepakatan yang disebut sebagai Paris Agreement (kesepakatan Paris) yang diyakini bisa mengatasi perubahan iklim yang semakin ekstrim belakangan ini.

Kesadaran untuk saling bekerjasama dan bergotong-royong  mengatasi masalah lingkungan merupakan satu tindakan yang benar dan sudah semestinya dilakukan karena isu-isu lingkungan; pemanasan global, perubahan iklim, pencemaran udara dan lain sebagainya bukanlah isu yang bisa dikotak-kotakkan dan disekat-sekat berdasar batas-batas negara, karena lingkungan, iklim, dan udara tidak bisa disekat-sekat dan dibatasi antar negara, isu ini adalah isu global yang harus dijawab dan diatasi bersama oleh setiap negara diatas bumi ini.

            Mengenai isu linkungan ini, Indonesia yang disebut-sebut sebagai paru-paru dunia juga tidak terlepas dari masalah lingkungan yang belakangan menjadi semakin kompleks. Isu terakhir yang masih hangat dan segar diingatan adalah isu mengenai kabut asap yang menimpa disebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan. Asap yang tidak mengenal batas-batas negara bahkan sampai menyebrang ke negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura bahkan sampai ke Thailand, karena seperti yang sudah disebutkan diatas bahwa isu-isu lingkungan bukanlah isu nasional dalam negeri suatu negara melainkan isu global.

Sabtu, 03 Juni 2017

Terorisme Bukan Islam ( Jihad ≠ Teror )


Setelah tragedi 11 september 2001 (9/11), banyak pihak yang mengaitkan antara Islam dan terorisme. Sentimen negatif terhadap Islam menjadi semakin besar, Islam selalu diidentikkan dengan kekerasan dan konsep jihad dalam Islam sering diterjemahkan menjadi tindakan terorisme seperti pemboman dan pembajakan pesawat pada tragedi 9/11, yang menghancurkan gedung World Trade Center (WTC) dan juga gedung pertahanan Amerika Serikat Pentagon. Mereka beranggapan bahwa konsep jihad dalam Islam adalah sumber dari terorisme.

‘Jihad berasal dari bahasa arab “jahada” yaitu suatu perjuangan keras untuk mencapai suatu cita-cita. Menurut pengertian asalnya, jihad itu berarti berjuang dan berperang melawan kemiskinan, kedzaliman, kebodohan, dan kekerdilan akidah, demi mencapai kejayaan hidup yang wajar. Nabi Muhammad SAW. Pernah bersabda : “jihad yang paling besar ialah perang melawan hawa nafsu” (HR. Muslim).’[1]

‘Dalam al-Quran, jihad yang berarti pertempuran,dinamakan dengan “qital” (berbunuhan) terhadap orang kafir yang telah memaklumkan perang terhadap muslim. Salah satu ayat-Nya berbunyi : Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu, (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah." Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa” (QS. Al-Hajj : 39-40)’

Jumat, 02 Juni 2017

Blusukan and Servant Leader

The term ‘blusukan’ has become popular since Joko Widodo known as ‘Jokowi’ was being inaugurated as Jakarta Governor. Jokowi used blusukan as his leadership style. According to what jokowi has done, blusukan is directly comes to the people’s place especially the grassroot ( wong cilik), in slums area, rivers side, garbage dumps, and others to know what are their problems and have a dialogue with the people in order to make the right policy. More or lees this style of leadership has sent Jokowi to Win the race of Presidential election in 2014. Regardless that jokowi used blusukan as an image or not, but this leadership style is very effective and loved by the people. This is an effective style because the leader can know the problem faced by the people exactly, not just from the report from the bureaucreacy because we know that sometimes the bureaucreacy just reports the good thing as ‘ABS’ (asal bapak senang) in indonesian term. This essay will try to look the similiarity of blusukan and servant leader as a concept of Islamic leadhersip style.

            Blusukan is a Javanese word, blusukan comes from the main word ‘blusuk’ which means “mlebu ing’ in Javanese or entry (come in), and then plus suffix –an becoming blusukan, this means an activity done by someone to enter some places in order to get something. As leadhersip style Blusukan means a style of leadership that comes to the people place directly in order to know, to hear, to talk, with the people to make a good policy to inspire development programs that will be implemented, and to know the effect of the programs that being implemented or as an evaluation of program  that is applied. So the blusukan needs the leader to come to the people place, not the opposite. The leaders in blusukan point of view are becoming a servant of the people. So the leaders serve the people not the people serve the leader.

            Leader and Leadership are very important in Islam. In most circumstances in life, Muslims are urged to appoint a leader and to follow him. According to the Prophet Muhammad SAW, Muslims must appoint a leader during a trip, select a leader to lead the prayer, and choose a leader for other group activities. One of the concepts of leadership in Islam is servant leader, a leader who serves for his follower. Servant leader is an Islamic leadership style, as what Prophet Muhammad once said “The servant of the people is their leader”. According to this, the whole purposes of leadership are to serve the people. One of the leaders in Islamic history that implemented the concept of servant leader is umar ibn Al-khattab. Umar is the figure of a leader who understood the interest and the needs of his people, although he lived in poor condition. Umar often got around and investigated the condition of his people in the night, this what we know as ‘blusukan’. So, Blusukan has sameness with the servant leader. Both of them are oriented to the people’s need and interest.

AkU

aku mundur dari medan pertarungan sebelum perlawanan dikobarkan
aku terdiam sebelum sempat mengutarakan
aku berlari tanpa paksaan dan berhenti oleh keadaan
aku mengejar yang tak terkejar

aku hilang tertelan peradaban
aku ada tapi tak berada
aku tampak tapi tak tertampak

aku datang tak berjejak hilang tak bermakna



M.A
05-08-2015

Selasa, 30 Juni 2015

Kala (h)

Kala cinta memanggilmu
Kala rasa merasuk di sukmamu

Kala sang waktu mengelak
Kala sang bidadari enggan menyapa

Berlari, menjauh, menghindar
Sesak kalbu tercabik sukma

Pesonanya tak sirna
Relung jiwa tlah dirasuki rasa




M.A
21-02-2015
Sulit bagiku menghapus bayangmu dalam rasaku
Kehadiranmu tak pernah kuminta
Menghilangkanmu terasa perih dijiwa
Kaulah kembang hatiku

Semerbakmu memabukan
Keindahanmu menyilaukan
Pagar fatamorganamu membuatku terlempar
Tak sanggup aku menggapaimu


Mengagumi dalam diam pesonamu



M.A
28-12-2014

Selasa, 23 Juni 2015

Catatan

 #Absurd  #GakNyambung #Stress

Suatu kebiasaan akan susah untuk dirubah tanpa adanya suatu niat, tekad, dan tindakan yang konsisten. Inkonsistensi dalam bertindak terkadang menyebabkan hal-hal yang tidak diharapkan. Pengharapan akan suatu keadaan yang baik, baik dimasa sekarang maupun dimasa yang akan datang, terkadang membuat manusia tidak logis dalam berpikir apalagi bertindak. Suatu tindak tanpa dasar pikiran yang logis justru akan membuat manusia terjatuh ibarat menggali lubang kubur sendiri. 
Namun pola pikir seseorang memang selalu tidak konsisten, hal itu terjadi karena manusia tidak hidup sendirian, seperti yang sering disebutkan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Mahluk yang senantiasa terpengaruh oleh mahluk yang lain baik yang sejenis maupun yang tidak sejenis. Berkaca pada hal tersebut, sekiranya terjadi suatu keadaan yang membuat manusia mengalami perubahan, baik pada pola pikir maupun pada pola hubungannya, tentu manusia akan senantiasa menyesuaikan dirinya baik dengan sesama manusia maupun dengan lingkungannya.
Pola interaksi manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungannya, hanya dapat bersinergi dengan baik manakala ada pengertian diantara mereka. Pengertian yang saling memahami dan menghargai. Pengertian yang menempatkan diri mereka dalam keadaan sejajar, berdiri sama tinggi duduk sama rendah. Hanya dengan pengertian inilah pola hubungan melingkar antara manusia-lingkungan-manusia akan tetap berlangsung dengan baik selama tidak ada faktor dari luar yang mempengaruhinya. 
Faktor penghambat dalam melestarikan hubungan ini bisa timbul dari dalam dan bisa saja timbul dari luar, akan tetapi yang paling menentukan adalah pihak-pihak dalam pola hubungan itu, yang selanjutnya akan kita sebut sebagai pihak internal, dibanding dengan pihak luar dari pola tersebut,yang selanjutnya akan disebut sebagai pihak eksternal, karena pihak eksternal hanya dapat mempengaruhi pola hubungan itu jika ada pihak internal yang melibatkannya. 
Pihak eksternal tidak akan bisa dengan serta merta maupun dengan sendirinya melakukan pengaruh terhadap pola hubungan tanpa adanya izin dari pihak internal, sebab jika pihak eksternal masuk tanpa izin, maka dengan sendirinya kekuatan pengaruhnya tidak akan berdampak apapun. 
Inilah pentingnya dan mutlak pentingnya untuk selalu menjaga keharmonisan antar pihak internal, karena hanya dengan cara inilah pola hubungan tersebut akan tetap seimbang dan tetap lestari demi mencegah terjadinya kehancuran peradaban yang tidak diinginkan.



 #SEMANGAT   #SokBijak    #Nasionalis


Ayo bangsa indonesia, mari kita bersama-sama saling bergandeng tangan, kita singsingkan lengan baju, berjuang bersama membangun peradaban baru, satu peradaban yang kita cita-citakan bersama. Satu peradaban yang akan membawa bangsa ini mengecap manisnya kehidupan, dimana setiap manusia indonesia dapat merasakan kesejahteraan, terbebas dari belenggu ekonomi yang selama ini menjerat kita semua.

Bangunlah wahai kau pemuda indonesia, bangkitlah kau dari tidur panjangmu, bersiaplah kau untuk meneruskan estafet perjuangan, estafet pembangunan, berlarilah wahai pemuda-pemudi indonesia, dibelakangmu telah siap ratusan juta orang untuk kau gerakkan bersama-sama membangun peradaban baru, menciptakan satu indonesia baru…

Masa depan bukanlah untuk direnungkan, dan bukan hanya sekedar direncanakan. Jemputlah masa depan itu wahai pemuda indonesia, derapkanlah langkah kakimu dengan keyakinan, ayunkan tanganmu dengan ketegaran, tataplah masa depan itu dengan penuh sinar kemenangan. Sungguh aku telah melihat kemenangan kita, kemenangan yang akan kita jemput, yang akan kita perjuangkan bersama-sama… ayo bangkit, dan majulah indonesiaku….


M.A
(6-04-2015)

Rabu, 10 Desember 2014

Pekan Budaya dan Kontes Kecantikan ?

           Setiap tahun fakultas adab dan ilmu budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta rutin mengadakan apresiasi budaya yang dinamai pekan budaya. Ada yang berbeda dalam penyelenggaraan pekan budaya tahun ini, yaitu diselenggarakannya ajang kontes kecantikan/ miss misan yang bertajuk ’miss muslimah’. Yang menjadi pertanyaan adalah apa relevansinya antara pekan budaya dengan miss muslimah. Apakah ajang miss misan merupakan bagian dari budaya bangsa yang perlu untuk diapresiasikan, atau ia mungkin merupakan budaya jawa atau budaya nusantara yang kebetulan terselenggara di kota budaya Yogyakarta. Atau ia merupakan budaya Islam atau budaya arab yang dibawa islam karena kontes ini diadakan di universitas islam. Tidak, kontes ini bukanlah merupakan budaya jawa, nusantara, atau budaya arab dan pasti bukan merupakan budaya islam. Kontes ini merupakan modifikasi dari kontes miss misan diluar sana yang berakar dari budaya barat yang ketika masuk sebuah kampus islam harus berubah nama menjadi Miss Muslimah.

           Jika ditilik dari sejarahnya kontes kecantikan  pertama kali diadakan di Amerika pada tahun 1854.  Namun kontes kecantikan itu ditutup karena adanya protes publik.Dan uniknya panitia penyelenggara kontes kecantikan yang pertama di dunia tersebut sebelumnya sukses sukses menggelar kontes kecantikan untuk hewan, anjing dan burung.Kemudian kesuksesan itu di uji cobakan untuk manusia.

            Kontes kecantikan yang bertajuk miss muslimah tersebut mungkin merupakan bentuk kelatahan terhadap tren modern saat ini. Dimana setiap kelompok, komunitas, daerah, Negara bahkan dunia sedang mencoba untuk memeperkenalkan/mempromosikan diri mereka dengan megadakan kontes miss misan tersebut. Banyak mungkin yang berpendapat ajang ini bisa mendongkrak pamor kampus, menaikkan citra kampus di mata masyarakat luas, dan dengan dalih kontes ini tidaklah menjadikan kecantikan sebagai kriteria utama. Jika kontes ini bisa menaikkan citra kampus, lantas citra macam apa yang hendak dinaikkan. Citra pendidikannya, citra kampus yang beradab, atau mungkin hanya citra kecantikan pesertanya saja. Citra macam apa yang hendak ditunjukkan dengan memamerkan kecantikan wanita di depan publik, dengan berlengak-lenggoknya mis misan itu diatas panggung. Apakah itu yang hendak dicitrakan oleh sebuah kampus islam, dengan meniru budaya barat semacam itu yang hanya merubah konteks saja.

Sabtu, 12 Juli 2014

SYAHRINI DAN GAYA BAHASANYA




Dewasa ini bahasa Indonesia mengalami perkembangan yang sangat  pesat. Hal ini tidak lepas dari cepatnya perkembangan di dunia teknologi khususnya di bidang media, seperti semakin banyaknya stasiun televisi, radio, berita online, jejaring sosial dan sebagainya. Pada era teknologi seperti sekarang, semakin mudah untuk mendapat informasi dan mengekspresikan apa yang diinginkan. Hal ini tentu saja berpengaruh pada perkembangan bahasa, seperti munculnya bahasa gaul dari  sinetron, kata-kata baru yang dimunculkan para selebritas, banyak istilah-istilah asing dan sebagainya. Media yang menjadi suatu model bagi perilaku masyarakat memberikan suatu pengaruh besar terhadap pergeseran Bahasa Indonesia. Pemakaian bahasa yang tepat dalam media massa akan memiliki dampak yang positif dalam pemakaian bahasa masyarakat. Sebaliknya, jika bahasa dalam media massa kacau, akan memberikan pengaruh yang negatif, terutama bagi mereka yang tidak tahu akan kaidah bahasa.

Salah satu selebritas yang rajin memunculkan istilah atau kata-kata baru adalah Syahrini, misalnya kata “cetar membahana badai”. Jika dianalisis kata “cetar” berarti tiruan bunyi cambuk yang dipukulkan, “membahana” berarti bergema atau berkumandang, dan “badai” artinya angin kencang yang menyertai cuaca buruk. Lantas apa maknanya secara keseluruhan? Walaupun kata-katanya enak didengar tapi maknanya tidak jelas. Syahrini sendiri mengunkapkan bahwa kata cetar membahana badai adalah ungkapan untuk sesuatu yang luar biasa atau hebat. Selain “cetar membahana badai”, Syahrini juga pernah menjadi fenomena karena kata “sesuatu” dan “alhamdulillah yah”. Fenomena penambahan kata “sesuatu” di hampir tiap kalimat yang dia katakan sebenarnya merupakan gejala yang hampir sama dengan Vicky, yaitu penggunaan sebuah kata yang tidak tepat pada tempatnya.

Selain hal di atas, dalam sebuah video  wawancara yang berjudul video sok intelek syahrini 2013 yang dapat di saksikan di youtube , Syahrini banyak menggunakan kata dalam bahasa Ingris yang tidak tepat. Syahrini mengucapkan kata “poloshot”, yang seharusnya "follow shot”, dan “confie” yang dimaksud “comfort”. Selain itu, ia juga melafalkan kata “mandarin” dengan kata “mandern”, dan “famous” dengan “vimes”. Lalu ia menyebut kata “speech” yang berarti pidato dengan kata “speechman”. Masih dalam wawancara tersebut, Syahrini mengaku tidak ingin disebut Go Internasional karena konsernya masih berada di wilayah Asia. Namun lucunya,ia menyebut negara-negara Asia Tenggara, sebagai negara Asia Timur. “Ini kan skupnya masih Asia Timur, Japan, Hongkong, Singapura, Malaysia, Brunei, dan Indonesia,” kata Syahrini. Lucunya lagi, ia hanya ingin debut konsernya di Singapura itu disebut sebagai ‘Go Asianel’. “Insya Allah kalau go asianel,” papar Syahrini.

Jumat, 28 Maret 2014

EDUCATION FOR ALL___ PROMOTING ACCESSIBILITY ON CAMPUS



 

A Narration of the Video:


 ON DISABILITY
Who are disabled persons?
We are all physically disabled at some time in our lives. A child, a person with a broken leg, a parent with a pram, an elderly person, etc. are all disabled in one way or another.
According to World Healt Organization Individuals with disabilities are defined as those with physical, sensory, emotional, intellectual, learning, health or other disabilities that may be visible or invisible, stable or progressive, occurring at birth or during childhood

Problems
According to article 31 of the 1945 national constitution of Indonesia, education is a right for every citizen, while the government shoulders the responsibility to provide it.
In Indonesia, people with disabilities are protected by the 1997 Law No. 4 that recognizes equal opportunities in all aspects of life. Article 6 (1) of that same law guarantees appropriate education services for all people with disabilities at every level of education.

According to Helen Keller International in 2010, less than 4% of 1.5 million of children with disabilities have access to educational services in Indonesia.

college education is a stage that cannot be enjoyed by a majority of young people with disabilities in Indonesia.

In general, the problems that disabilities face to study in university are :
  •   A difference curiculum between spechial school make the difable get some problems to do the entrance university exam
  •   Not every university are able to provide special facilities for difables
  •   Many people don’t have awareness to treat difables in the right way, so there some discriminations that difables feel because of the university personal.

Overall, the problems that difables faced to study in university are relative to rights, policies, and equal opportunities for students with disabilities include: (a) poor inclusive policies from both the Ministries of Education and Religious Affairs to guide universities and colleges, (b) no follow-up on the implementation of laws such as the Indonesian regulation guaranteeing accessibility to public spaces which has still yet to be executed, (c) no sensitivity training for staff to learn how to teach people with special needs in inclusive settings, and (d) limited budget in supporting access and entitlement to education.

most people with disabilities in Indonesia do not speak up or fight for their rights. It could be one of the reasons why campuses are still far from being inclusive despite a handful of advocating students with disabilities.


Solution
Accessibility on campus – PLD (pusat layanan difabel / CENTER FOR DISABILITIES STUDIES AND SERVICES)

Each university must establish an Office for Students with Disabilities to clearly be pro-active. The mission of such office is to provide support for students with disabilities to respond to individual needs and to encourage independence and empowerment while respecting the academic requirements of the university. The inclusion of students with disabilities has to be facilitated by skilled staff able to support this multi-faceted process.
One of the university that established the Centre for Disability Studies and Services is State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga, the first centre of its kind in Indonesian tertiary/higher education.

CENTER FOR DISABILITIES STUDIES AND SERVICES , TO PROVIDE HIGHER EDUCATION FOR ALL!


 CENTER FOR DISABILITIES STUDIES AND SERVICES  was established in 2007 in the UIN Sunan Kalijaga State Islamic University and is the first of its kind in Indonesia.

Sabtu, 19 Oktober 2013

Mengenal Deklinasi Matahari, Penyebab Cuaca Panas di Jogja

beritajogja.co.id
Gerak semu matahari (Dokumen National Geographic)

Sejak Kamis (17/10) cuaca panas melanda Jogjakarta. Suhu udara yang tercacat oleh BMKG Jogjakarta mencapai 37 derajat celcius dengan kelembaban 40 persen. Padahal, biasanya suhu di Jogja rata-rata hanya 32 derajat celcius dengan kelembaban 80 persen.

Menurut Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Jogjakarta, Tony Agus Wijaya, penyebab cuaca panas di Jogja adalah deklinasi matahari. Deklinasi matahari, katanya, berdampak pada berkurangnya kelembaban udara yang berpotensi timbulnya angin kencang seperti yang dirasakan masyarakat pada Kamis pagi hingga siang. “Matahari mulai berada di atas Jogjakarta sejak tanggal 14 Oktober dan perlahan dalam dua minggu kedepan akan bergerak ke selatan. Ini berpotensi menimbulkan angin kencang” paparnya.
Dari sudut pandang klimatologi, deklinasi matahari adalah gerak semu matahari yang disebabkan oleh miringnya sumbu kutub rotasi bumi yang mencapai 23,5 derajat. Akibat kemiringan , Matahari seolah- olah bergeser dari Utara ke Ekuator, ke Selatan, ke Ekuator kembali, dan seterusnya selama setahun.

Deklinasi matahari maksimal berada di 23,5 derajat di utara dan minus 23,5 derajat di Selatan. Artinya, Artinya, setiap daerah di muka bumi yang berada pada lintang antara 23,5 derajat hingga lintang minus 23,5 derajat─pada tanggal tertentu─ matahari tepat berada di puncak langit. Jogjakarta sendiri terletak pada 8 hingga 9 derajat lintang selatan  sementara saat ini matahari berada pada posisi 8 derajat LS. Inilah penyebab mengapa deklinasi matahari sebabkan Jogja panas.

Dampak berkurangnya kelembapan udara menjadi 40 persen seperti kata Tony memang berdampak buruk bagi Jogja. Sebab, menurut Ance Gunarsih dalam Klimatologi: Pengaruh Iklim Terhadap Tanah dan Tanaman bahwa semakin berkurangnya kelembaban udara, maka potensi kekeringan di suatu daerah menjadi besar. Pasalnya besar kecilnya kelembaban udara memengaruhi curah hujan di suatu daerah.


Sumber : http://beritajogja.co.id


Minggu, 06 Oktober 2013

Mensyukuri Kelahiran UIN Sunan Kalijaga Yang Ke 62 diperingati sederhana




Ketua Panitia Mensyukuri UIN Suka ke-62, Prof. Drs. Akh. Minhaji, Ph.D memotong tumpeng disaksikan jajaran Pejabat di lingkungan UIN Suka

 
                Tanggal 26 September 2013, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta genap berusia 62 tahun. Tepatnya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang dulu IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, lahir pada tanggal 26 September 1951.  Tanggal 26 September kemarin, keluarga besar UIN Sunan Kalijaga memperingati hari kelahiran UIN secara sederhana dengan melakukan pemotongan tumpeng oleh Dekan Fakultas Saintek UIN Sunan Kalijaga, Prof. Drs. Akh, Minhaji, Ph.D., selaku ketua panitia mensyukuri kelahiran UIN Sunan Kalijaga,  dihadiri  para dosen dan karyawan, perwakilan mahasiswa, para pembantu rektor dan pejabat struktura yang lain.
                Meskipun diperingati secara sederhana, berbagai kegiatan akademik, sosial dan pertandingan  olah raga digelar untuk memeriahkan agenda mensyukuri tahun ini. Antara lain : Seminar Nasional pemikiran Muslim (18-19 September), Seminar Nasional tentang Pengembangan Reaktot Nuklir bekerja sama dengan BATAN (24 September), Sains Ekspo (24, 25 September), UKM Ekspo (7-12 Oktober), Sarasehan (27 September), Sema’an Al Qur’an dan Mujahadah (27 September), Pertandingan Futsal dan Tennis Meja ( 29 September – 20 Oktober mendatang), Pertandingan Persahabatan Tennis Lapangan dengan Kementerian Agama Propinsi DIY  (Oktober mendatang),  Pertandingan Catur antar Dosen dan Karyawan serta mahasiswa (29 September), Bedah Buku Integrasi-Interkoneksi (Oktober mendatang), Seminar Regional bekerja sama dengan UTM Malaysia (Oktober mendatang), Seminar Nasional “Sunan Kalijaga, Jati Diri dan Fondasi Kebudayaan Bangsa” (Oktober mendatang), Jalan Gembira Keluarga Besar UIN Sunan Kalijaga (28 September), Bakti Sosial (11, 12 Oktober mendatang),  Ziarah ke Makan Sunan Kalijaga (18 Oktober mendatang), Anjangsana ke Purnabakti UIN Sunan Kalijaga (28 September), Pameran Produk Posdaya DIY-Jateng (7 Oktober), Lomba Kerapian Ruang Kerja (Oktober mendatang).
                Puncak acara mensyukuri Kelahiran UIN Sunan Kalijaga akan dilaksanakan Sidang senat Terbuka Orasi Ilmiah bersama Prof. BJ. Habibie (Oktober mendatang).

sumber : http://www.uin-suka.ac.id

Senin, 20 Mei 2013

Cara Edit Pas Foto Agar Sesuai Syarat SBMPTN 2013

Kali ini saya akan berbagi bagaimana caranya mengedit pas foto agar sesuai dengan persyaratan sbmptn 2013, syarat pas foto yang bisa di upload untuk pendaftaran online sbmptn adalah : File pas foto berwarna, berpakaian resmi (bukan T-shirt), dan terbaru dengan wajah menghadap ke depan, ukuran 4 x 6 cm dengan resolusi sekurang-kurangnya 250 dpi atau 400 x 600 pixels dan ukuran file maksimum 100 kb dalam format JPG atau PNG. Untuk syarat selengkapnya dapat dilihat di: http://ujian.sbmptn.or.id/pasfoto.php


Untuk mengedit  pas foto tersebut agar sesuai kita cukup menggunakan Microsoft office picture manager , berikut langkah-langkahnya  :
1.  Buka folder dimana pas foto tersebut disimpan, klik kanan pada foto tersebut pilih open with lalu klik Microsoft office picture manager